Demografi Desa

PETA DESA SOKET DAJAH



1.DESA SOKET DAJAH

Soket Dajah , merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Tragah, kabupaten Bangkalan, provinsi Jawa Timur, dengan luas wilayah sebesar 2,04 KM persegi. Desa soket dajah memiliki jumlah penduduk sebesar 1.185 jiwa, dengan tingkat kepadatan penduduk di desa ini mencapai 1.655,39 per Km persegi, dengan rata-rata tingkat pendidikan SMA.
 Selain itu pula, Desa ini berada di sebelah barat kabupaten Sampang, yang jaraknya kurang lebih 67 km dari pusat pemerintahan kabupaten Sampang dan 19 km dari kabupaten Bangkalan.
Dengan luas wilayah sebesar 2,04 KM persegi, Desa soket dajah memiliki potensi yang luar biasa baik dari segi pertaniannya, kerajinan tangan dan  potensi bambunya yang begitu melimpah. selain itu pula, banyak di daerah ini yang memiliki lahan kosong dan harga tanah relatif lebih murah dibandingkan daerah lainnya. sehingga hal inilah yang menjadikan salah satu investasi terbesar di desa ini.
dibalik kesuksesan sebagai desa yang memiliki investasi dan potensi yang begitu melimpah ternyata terdapat peran yang sangat dominan dari para aparat desa salah satunya kepala desa soket dajah.  kepala desa soket dajah ini sangat mebantu dalam menunjang adanya pengembangan potensi desa melalui berbagai program yang dicanangkan. tentunya program tersebut saling bersinergi dari kepala desa soket dajah sebelumnya. adapun pemerintahan kepala desa soket dajah pada tahun sebelumnya dipimpin oleh bapak Moh Alwi yang menjabat pada tahun 1952 - 1976 selain itu pula pada tahun 1977-1990 dipimpin oleh Bapak Mohtar dan yang saat ini dipimpin oleh bapak Rifa'i yang menjabat pada tahun 1991-2018.
dibalik potensi desa soket dajah yang begitu melimpah ini serta peran aparat desanya yang sangat menunjang pengembangan potensi desa, ternyata tersimpan sejarah yang begitu menarik. Berdasarkan penuturan dari sesepuh desa soke dajah yang biasa dipanggil "klebun seppo" menuturkan bahwasanya Sejarah Desa Soket Dajah Konon katanya di kabupaten Bangkalan terdapat sebuah kerajaan sangat besar yang memiliki banyak hewan ternak , seperti kambing , sapi , kuda dan beberapa hewan ternak lainnya. Karena ketersediaan pakan yang tidak mencukupi di dalam kerajaan tersebut , setiap hari seluruh hewan ternak digiring ke sebuah tempat yang memiliki rumput banyak  layaknya padang rumput. Semakin hari , ketersediaan rumput yang ada ditempat tersebut berkurang , mulai dari pembabatan yang dilakukan oleh masyarakat  dan dijadikan pakan hewan ternak , sehingga wilayah tersebut tidak lagi ditumbuhi oleh rerumputan , sampai pada akhirnya dijadikan sebuah desa yang bernama Soket (Rumput). Wilayahnya yang luas ,membuat  desa tersebut dibagi menjadi dua bagian yaitu "Dajah" ( Utara ) dan "Laok" ( Selatan ). Karena wilayah ini terletak di 


PETA DUSUN MASJID 



2.DUSUN MASJID

            Dusun Masjid merupakan salah satu dari tiga dusun yang berada di desa Soket Dajah, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan. Dusun Masjid memiliki kepala dusun yang bernama Aunur Roriq. Sejarah Dusun Masjid karena di kawasan ini terdapat banyak Ulama' dan juga berdekatan dengan Masjid maka disebutlah Dusun masjid. masyarakat dusun Masjid mayoritas pengusaha dan usaha mereka di jual di pasaran. masyarakat di dusun Masjid mayoritas berpendidikan sampai  jenjang SMA setelah itu mereka merantau sebagian ada yang ikut keluarganya sebagian juga karena ingin mendapatkan kehidupan yang lebih layak dan sisanya bertani. dusun Masjid memiliki potensi Bambu, banyak bambu yang terdapat di sekitar dusun Masjid namun masyarakat masih belum mengolahnya dengan baik.  salah satu pngusaha terbaik di dusun Masjid yakni pengusaha ternak lele. beliau memiliki 6 kolam lele. 1 kg lele tersebut di jual seharga 40 rb. untuk pemasarannya meraka membuka toko dekat rumahnya sehingga untuk membeli langsung datang ke rumahnya dan belum di pesan lewat website online.



PETA DUSUN BABADAN




3.DUSUN BABADAN

            Dusun Babadan merupakan salah satu dari tiga dusun yang berada di desa Soket Dajah, kecamatan Tragah, kabupaten Bangkalan. dusun Babadan memiliki kepala dusun yang bernama Fathur Rohman. Sejarah dusun Babadan konon bermula dari nama pasar Babadan yang dulunya bertempat di depan makam karena saat ini tempat tersebut di jadikan koramil pasar tersebut berpindah ke sebelah barat koramil. masyarakat dusun Babadan mayoritas pedagang dan sebagian bertani. masyarakat dusun babadan berdagang dengan cara mengolah bahan dari hasil pertanian. yang nantinya di perjualkan di pasar seperti halnya kripik singkong namun sayangnya tidak di kemas sehingga harga jualnya murah. masyarakat di dusun Babadan berpendidikan sampai  jenjang SMA setelah itu mereka merantau sebagian merantau ada yang ikut keluarganya sebagian juga karena ingin mendapatkan kehidupan yang lebih layak dan sisanya bertani. potensi yang ada di dusun Babadan yakni Bambu. banyak bambu yang tumbuh di sekitar dusun Babadan namun masyarakat masih belum memanfaatkannya dengan baik.



PETA DUSUN NARO'AN




4.DUSUN NARO'AN

            Dusun Naro'an merupakan salah satu dari tiga dusun yang berada di desa Soket Dajah, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan. Dusun Naro'an memiliki kepala dusun yang bernama Syahroni Naim. Sejarah dusun Naro'an merujuk pada nama buyut yakni nama asli buyut tersebut Iskandar dan memiliki julukan Naro'an beliau asli kec. Burneh, kab. Bangkalan dan makam beliau berada di desa Soket Dajah dan saat ini dijadikan tempat ziarah oleh masyarakat di Desa Soket Dajah dan Masyarakat luar. masyarakat di dusun Naro'an yakni petani karena di dusun naro'an erdapat banyak lahan kosong jadi oleh masyarakat di jadikan sawah untuk tempat bercocok tanam guna di konsumsi sendiri dan juga di pasarkan. salah satu pengusaha sukses di dusun naro'an yakni peternak ayam yang bekerja sama dengan PT yang bergerak di bidang pengolahan daging ayam. setelah di wawancara oleh kami ternyata penghasilan perbulan bisa sampai Rp.9.000.000,00. masyarakat di dusun Naro'an mayoritas berpendidikan sampai  jenjang SMA setelah itu mereka merantau sebagian merantau ada yang ikut keluarganya sebagian juga karena ingin mendapatkan kehidupan yang lebih layak dan sisanya bertani.



loading...

Komentar

Anjas Mara mengatakan…
Mantap jiwa
Fiscal Teguh Akbar mengatakan…
Terima kasih gan

Berita Populer