Ini Cara Mahasiswa KKN 36 Memanfaatkan Potensi Desa.


               Salah satu potensi terbesar yang dimiliki oleh desa Soket Dajah adalah bambu. Pemanfaatan bambu yang kurang optimal menjadi alasan utama mahasiswa KKN 36 Universitas Trunojoyo Madura untuk memberikan pelatihan membuat tanaman Hydroponic dengan menggunakan teknik media apung ( media pengganti ) dan bambu sebagai bahan uatamanya.

                Hydroponic merupakan penanaman tanaman tanpa menggunakan media tanah dan hanya menggunakan media pengganti untuk meletakkan bibitnya. Dalam penanaman tanaman Hydroponic terdapat dua teknik. Teknik yang pertama adalah teknik larutan statis dan teknik yang ke dua adalah teknik media apung ( media pengganti ). Teknik yang diguanakan oleh Mahasiswa KKN 36 Universitas Trunojoyo adalah teknik media apung ( media pengganti ) , mereka menggunakan spon sebagai media pengganti tanah untuk meletakkan bibit tanaman. Sementara itu , bibit yang dipilih adalah bibit tanaman sawi , cabai , dan terong.

                Alat dan Bahan yang diperlukan untuk membuat tanaman hydroponic :
1.       Spon
2.       Gelas Aqua
3.       Bambu
4.       Bibit tanaman jagung , cabai dan terong
5.       Gunting

Langkah yang dilakukan cukup sederhana , pertama membersihkan bambu dan membentuknya sedemikian rupa sehingga dapat di jadikan tempat untuk meletakkan gelas-gelas aqua. Spon di potong dadu sesuai ukuran gelas aqua , bibit tanaman dibersihkan. Kemudian bibit yang sudah dibersihkan diletakkan ke dalam spon yang telah dilubangi terlebi dahulu bagian tengahnya. Spon yang sudah ada bibit didalamnya kemudian diletakkan  di nampan yang berisi air supaya berkecambah terlebih dahulu dan diletakkan di dalam ruangan ( suhu ruangan ). Membutuhkan waktu berkisar satu minggu sampai tanaman berkecambah , ketika sudah berkecambah , media apung ( spon ) yang sudah berkecambah di pindah kedalam gelas aqua. Dan gelas aqua di susun ke dalam bambu-bambu yang sudah dilubangi bagian atasnya. Kemudian bambu-bambu tersebut diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari atau di luar ruangan.


                Selain itu mahasiswa kkn 36 Universitas Trunojoyo Madura membuat pupuk sebagai tambahan nutrisi kepada tanaman hydroponic tadi. Mereka memilih daun bambu kering untuk mebuat pupuk tersebut , dengan tambahan larutan E3 dan gula aren serta air secukupnya.

                Alat dan bahan untuk membuat pupuk hydroponic :
1.       Air
2.       Gula aren
3.       Larutan E3
4.       Daun bambu kering
5.       Kain
6.       Wadah

Setelah mengumpulkan daun bambu kering , siapkan air dan ¼ gula aren kemudian campurkan dalam 1 wadah , tambahkan cairan E3 kedalam wadah tersebut , setelah gula aren , air dan larutan E3 tercampur rata, kemudian tambahkan daun bambu kedalam wadah dan aduk hingga merata. Setelah campuran pupuk tercampur dengan rata kemudian diamkan dan tutup rapat dengan kain , lalu letakkan di dalam ruangan. Proses fermentasi tersebut membutuhkan waktu selama satu minggu , setelah satu minggu pupuk siap digunakan.


Dengan adanya pelatihan membuat tanaman hydroponic , Mahasiswa KKN 36 Universitas Trunojoyo dapat membantu warga desa Soket Dajah untuk memanfaatkan dan mengoptimalkan  potensi bambunya dengan baik. Selain itu juga membantu masyarakat yang tidak memiliki lahan yang cukup luas untuk bercocok tanam.





loading...

Komentar

Berita Populer